Postingan

Featured

Salah Peradaban Takkan Bikin Mati (A Gig Story)

Sabtu lalu, guna memperoleh kuitansi tiket prajual yang sebenarnya telah dapat diambil sejak beberapa bulan sebelumnya, saya tiba di Sam Poo Kong saat matahari mulai bersiap untuk terbenam sebab kabarnya mbak-mbak yang membawa kuitansi tersebut diharuskan menjalankan tugas lain selepas waktu tersebut. Datang terlalu awal sebenarnya kurang nyaman untuk dilakukan karena masa mau cengo diliatin patung Cheng Ho, tapi tak apa, toh akhirnya incaran pernak-pernik .Feast berupa kaos seri Kelelawar berwarna hitam yang terlewat saat dijual daring berhasil saya amankan.

Sembari menunggu, saya membeli segelas green thai tea dan memilih duduk di salah satu meja seorang diri hingga seketika seseorang memutuskan untuk duduk di sebelah saya dan mencoba membuka obrolan. Beberapa percakapan yang terjadi membuat saya mengetahui bahwa ia datang seorang diri hanya untuk menonton .Feast. Hal ini kemudian mendorong saya untuk memberikan saran agar ia bergabung dengan grup obrolan daring yang mewadahi Kelel…

Playlist: Ruah Rasa

Bukan sebab terkendala oleh jarak, beberapa hal yang tengah dirasakan terkadan…

Sayembara 4: Kisah bersama Bayangan

Mendapatkan kabar bahwa Semarang akan menjadi salah satu kota yng disinggahi o…

Tunggalan Pilihan: Januari 2020

Sebagai pendukung untuk rilisan berupa album, EP, maupun mini album, beberapa …

Hindia Langsungkan Tur ke 5 Kota

Hindia dan band pengiringnya yang disebut sebagai Lomba Sihir akan melangsungk…

Meriah Gelaran Odyssey ARTOTEL Semarang

Mengawali gelaran ODYSSEY pertama pada tahun 2020, Creative Event Management d…

Rilisan yang Patut Dilirik: Desember 2019

Di penghujung Januari, kami memilih album, album mini, dan EP yang dirilis pad…