Rilisan Menawan: September 2022

30 Oktober

Sade Susanto — STARK; Bubble Tea And Cigarettes — There's Nothing But Pleasure; Cryalot — Icarus; Soft and Dumb — Soft and Dumb; Pullo — Common Wine
Rilisan Menawan: September 2022
Sampul oleh Ikrar Waskitarana
Di penghujung Oktober, kami memilih album, album mini, dan EP yang dirilis pada September dan menarik perhatian kami. Senarai yang mungkin dapat Anda gunakan sebagai rekomendasi dalam menemukan musik-musik baru berikut adalah hasilnya.

1. Sade Susanto — STARK

Menanggalkan ingar-bingar R&B yang lebih mutakhir, dalam album mini teranyarnya ini Shadia Kansha justru kembali memeluk ajaran-ajaran lawas dari gaya musik favoritnya. Sayangnya, meskipun vokalnya yang kini semakin dewasa—bijaksana untuk unjuk kebolehan dalam takaran yang pas—berhasil tersorot dengan lebih mantap, kelima nomor dalam STARK justru tak terdengar istimewa—kalah cemerlang dengan serangkaian tunggalannya sebelum ini.



2. Bubble Tea And Cigarettes — There's Nothing But Pleasure

Sepanjang delapan nomor yang dimuat dalam album penuh perdana mereka ini, duo Kat dan Andi ini secara konsisten mengemas kombinasi jazz ringan dan rok selancar ke dalam rupa slowcore. Bebunyian yang dihasilkan lantas terdengar cocok untuk dimainkan oleh kugiran penghibur dalam pesta pernikahan, hanya saja jika personelnya teler dan pemurung akut.



3. Cryalot — Icarus

Orang yang paling sedih tersenyum paling semringah. Sarah Midori Perry mungkin salah satunya. Tak mengejutkan memang, sebab lirik yang ia tulis memang banyak yang murung. Meskipun begitu, vokalis Kero Kero Bonito ini tak pernah membiarkan emosi negatifnya meluap dengan bebas, setidaknya sampai akhirnya ia dapat memfungsikan Cryalot sebagai persona alternatif.



4. Soft and Dumb — Soft and Dumb

Konyol? Mungkin, sebab siapa lagi sih yang akan sekonyong-konyong memasukkan sesi permainan langsung di tengah daftar lagu serta meletakkan bebunyian ngawur sebagai nomor penutup? Namun, bagaimana dengan lembut? Sepertinya jelas-jelas tidak—kalaupun iya, porsinya kecil—sebab grunge, shoegaze, emo barat tengah, hingga rok bising adalah contoh dari gaya musik yang disuguhkan oleh sejoli Elena Buenrostro dan Travis Newgren dalam album penuh perdana mereka ini.



5. Pullo — Common Wine

Lebih panjang bukan berarti lebih berisi. Menggandakan jumlah nomor yang biasanya mereka muat, sepuluh nomor utama dalam album penuh perdana kugiran asal Medan ini tak menyajikan sesuatu yang benar-benar baru. Bukan, bukan karena mereka kembali mencantumkan "Lonesome", tetapi sebab mereka hanya berani mengambil sejengkal langkah keluar dari kotak pasca-punk—EBM hanya hadir di nomor aransemen ulang. Liriknya apa lagi: lupakan koleksi dengan kisah yang terkonsep, kini yang ada hanyalah cerpen acak.

Baca Pula

0 comments