Celoteh kami, langsung ke surel kamu

Tunggalan Pilihan: April 2021

10 Mei

Tunggalan Pilihan: April 2021
Sampul oleh Ikrar Waskitarana

Baik hanya dimaksudkan sebagai sebuah lagu lepas maupun sebagai materi pendukung dari sebuah koleksi rekaman, mungkin saja terdapat begitu banyak tunggalan (single) yang dirilis dalam rentang waktu satu bulan. Oleh karena itu, melalui senarai ini redaksi suaka suara berusaha menyuguhkan beberapa tunggalan yang kami sukai sebagai bentuk rekomendasi.

Berikut adalah senarai tunggalan yang dirilis sepanjang April 2021 pilihan redaksi suaka suara.





1. Maloree — "Wounds"

Maloree — "Wounds" Mencari wajah-wajah segar merupakan kesia-siaan absolut yang bisa didapatkan kala mengulik kuintet anyar asal Semarang ini. Mungkin serupa dengan kelompok terakhir yang dibentuk untuk menuntaskan sebuah tugas sekolah, personel Maloree agaknya merupakan muda-mudi beda tongkrongan yang terpaksa bekerja sama. Walakin, sialnya, hasil akhir yang mereka presentasikan rasanya tak bisa diberi nilai buruk juga.

Adrian Surya


2. Avia Athalia — "Pulang"

Avia Athalia — "Pulang" Bagaimana caranya untuk menggambarkan rumah hanya dalam satu bar pijitan piano? Entahlah, mungkin hanya solois asal Jakarta ini yang tahu caranya.

Sebagai jalur untuk meluapkan amarah dan rasa kecewanya selepas ditinggalkan sang ibu yang sempat berjuang melawan kanker, Avia akhirnya memilih untuk menuntaskan lagu yang telah ia tulis semenjak tahun 2018 ini. Berharap tak ada kejadian serupa, ia pun turut membantu sebuah rumah singgah untuk melakukan penggalangan dana.

Adrian Surya


3. Charita Utami & Yudhistira Mirza — "Saling Menghidupkan"

Charita Utami & Yudhistira Mirza — "Saling Menghidupkan" Melanjutkan seri perenungan eksistensial yang telah mereka mulai dengan "Usai Usia", duo Charita Utami dan Yudhistira Mirza meluncurkan "Saling Menghidupkan" sebagai tunggalan susulan. Kali ini, dengan instrumentasi yang lebih ramai pula condong ke jazz alih-alih etnik, mereka berharap untuk mendapatkan kiat-kiat terbaik dalam menukarkan nikmat yang didapatkan secara cuma-cuma dengan dampak horizontal maupun vertikal yang sepadan.

Adrian Surya


4. Stars and Rabbit — "Merry Alone"

Stars and Rabbit — "Merry Alone" Bersamaan dengan dilepasnya Rainbow Aisle, sebuah pertanyaan pun muncul beriringan: apa sih yang sebenarnya mereka coba lakukan? Album penuh pasca-rombak setengah badan itu menjejakkan kaki mereka ke entah-siapa-yang-tahu-ke-mana secara sonik, tetapi yang pasti ia merupakan sebuah upaya merunduk ke bumi secara lirik.

Tunggalan anyar milik duo Elda Suryani dan Didit Saad ini pun masih memeras formula yang sama. Gaya musiknya masih minim identitas dan liriknya dimuati tentang kehidupan aktual—dengan pagebluk sebagai porosnya. Walaupun begitu, tunggalan ini mungkin saja justru difungsikan sebagai sebuah penegasan bahwa mereka akan tetap berusaha menjadi bunglon.

Adrian Surya


5. The Aces - "Don't Freak"

The Aces - "Don't Freak" Memasuki bulan Mei bertepatan sebagai Bulan Kesadaran Kesehatan Mental, tunggalan dari kuartet pop indie asal Orem, Utah ini memuat tema kesehatan mental dengan narasi sang vokalis, Cristal Ramirez, sebagai pokoknya. Tak hanya mampu memberi dorongan positif untuk jujur pada diri sendiri pula sejenak membuat ruang yang khusus bagi diri sendiri, "Don't Freak" juga mampu memberi atmosfer yang segar sebab dikemas dengan ketukan drum dan rif gitar yang tak kalah lincah.

Sifa Fauziah


6. Pom Pom Squad — "Head Cheerleader"

Pom Pom Squad — "Head Cheerleader" Maksud untuk menjelma menjadi pribadi yang aktual memang bukanlah sebuah perkara yang mampu diwujudkan secara sederhana. Terutama apabila dunia telah lama memaksa semua anggotanya tunduk sebagai masyarakat yang patuh dan seragam. Konsekuensinya hampir selalu mengambil rupa sebagai perang yang terjadi dengan dunia ataupun diri sendiri sebagai musuhnya. Namun, derajat kebebasan yang dapat diperoleh pada penghujungnya nanti akan menjadi harta yang tak ternilai harganya.

Mia Berrin, penggagas dari kelompok asal Brooklyn ini, pun sempat mengalami hal yang serupa. Membungkusnya sebagai parodi atas citra yang ia sematkan kepada kugirannya sendiri ini, Mia menyuguhkan kisah cinta seorang remaja puber sebagai ilustrasi atas pembangkangannya terhadap pakem seksual kaku yang disusun dunia.

Adrian Surya


7. SCALLER — "Chaos & Order"

SCALLER — "Chaos & Order" Setali tiga uang dengan tema tunggalan milik Charita Utami dan Yudhistira Mirza, pun kontinuitas yang diusung, duo lain yang terdiri dari pasutri Stella Gareth dan Reney Karamoy menyajikan produk lanjutan dari kontemplasi mereka menyelami diri sendiri. Menariknya, dalam icipan penutup dari bakal album anyar mereka ini, vokal Stella tak lagi disuguhkan dalam wujud yang tak terlalu abrasif.

Adrian Surya


8. Glyph Talk — "No Music"

Glyph Talk — "No Music" Sejujurnya, tak ada yang perlu diherankan dari kombinasi kepala dua orang ini. Pengaruh post-punk bukanlah sesuatu yang baru bagi musik mereka pra-membentuk uni ini. Pola nada pada bagian refreinnya pun tak jauh berbeda dari salah satu lagu milik Bedchamber. Apalagi produksi musiknya yang sengaja dibungkus dalam estetika kualitas rendah itu. Walaupun begitu, sebaiknya simak saja tunggalan lanjutan dari "Stone Skipp'r" ini untuk memberikan penilaian Anda sendiri.

Adrian Surya


9. Fyka — "Far Away"

Fyka — "Far Away" Ke sana, ke mari, ke utara, lalu ke tenggara; menggali diskografi kuartet remaja ini nyaris serupa dengan pengalaman lari bolak-balik tanpa tujuan. Selepas pop akustik, new wave, dan rock alternatif menyerempet grunge, kini Fyka sekonyong-konyong ingin tampil sebagai sebuah orkes post-punk. Memang, tak ada salahnya menjadi kugiran lintas gaya musik jika personelnya saja lintas domisili, tetapi pun tak ada salahnya mengkhususkan sebuah sesi panggilan video hanya untuk menetapkan arah yang ingin dituju bersama secara pasti.

Adrian Surya
Maloree — "Wounds"; Avia Athalia — "Pulang"; Charita Utami & Yudhistira Mirza — "Saling Menghidupkan"; Stars and Rabbit — "Merry Alone"; The Aces - "Don't Freak"; Pom-Pom Squad — "Head Cheerleader"; SCALLER — "Chaos & Order"; Glyph Talk — "No Music"; Fyka — "Far Away"

Baca Pula

0 comments