Celoteh kami, langsung ke surel kamu

Tunggalan Pilihan: Januari 2021

06 Februari

Tunggalan Pilihan: Januari 2021
Sampul oleh Ikrar Waskitarana

Baik hanya dimaksudkan sebagai sebuah lagu lepas maupun sebagai materi pendukung dari sebuah koleksi rekaman, mungkin saja terdapat begitu banyak tunggalan (single) yang dirilis dalam rentang waktu satu bulan. Oleh karena itu, melalui senarai ini redaksi suaka suara berusaha menyuguhkan beberapa tunggalan yang kami sukai sebagai bentuk rekomendasi.

Berikut adalah senarai tunggalan yang dirilis sepanjang Januari 2021 pilihan redaksi suaka suara.



1. Justin Adijanto & Jessica Gelinas — “Not About Me”

Justin Adijanto & Jessica Gelinas — “Not About Me” Tanpa disertai kepedulian yang sungguh-sungguh dalam penulisan dan penyampaiannya, sebuah lagu yang mengangkat bencana maupun tragedi sebagai sajian utamanya terkadang justru dapat memicu sentimen buruk sebab terkesan palsu. Namun tak begitu halnya dengan “Not About Me”, sebab melalui tunggalan ini Jessica mampu melantunkan ketidaknyamanan yang ia alami secara tulus di atas irama hiphop kalem namun detail produksi Justin.


2. Lana Del Rey — “Chemtrails Over The Country Club”

Lana Del Rey — “Chemtrails Over The Country Club” Di balik semua kontroversi yang belakangan sering ia ciptakan, LDR tetaplah LDR yang selalu getol mengemukakan kecintaan berlebihannya terhadap Amerika pula konsep idealnya mengenai gaya hidup bebas nan mewah dalam setiap kidung yang ia ciptakan. Nomor utama dalam bakal album penuh kesekiannya ini pun lagi-lagi tak luput dari pakem itu.

Meskipun masih nampak kelewat nyaman sebab lagi-lagi meminjam sentuhan Jack Antonoff, “Chemtrails Over The Country Club” dapat memperdengarkan haluan baru Lizzy Grant yang kini justru berusaha menghidupkan kembali Ultravionce, alih-alih Norman F*cking Rockwell!


3. Alexis Neon — “All My Dreams Of You”

Alexis Neon — “All My Dreams Of You Terakhir kali merilis EP Seven Windows pada Oktober 2019 lalu, Laura Falco dan Hayden McGowan kembali seraya melepas sebuah tunggalan anyar yang cukup segar. Meskipun masih melibatkan formula bedroom pop sederhana yang telah mantap mereka usung semenjak awal terbentuk, duo asal Kanada ini membungkus “All My Dreams Of You” dengan kemasan yang secara kentara turut menyerupai dream pop.


4. KALI — “Lucy”

KALI — “Lucy” Sukses meletakkan “Back to the Start” sebagai batu pertama dari proyek solonya pada November 2020 lalu, penyanyi/penulis lagu belia asal Los Angeles ini akhirnya memberikan sebuah gerakan lanjutan dengan melepas tunggalan kedua. Masih berbekalkan arahan yang seiras dengan tunggalan perdananya—minus permainan gitar energetiknya—KALI kali ini beralih melantunkan kidung gombal bagi seorang wanita.


5. Soyy — “Not Surprised, It Happened Again”

Soyy — “Not Surprised, It Happened Again” Apa sih yang hendak dituntut dari sebuah kugiran pop? Akrobat gila-gilaan berupa solo gitar edan yang super panjang? Atau, mungkin, aksi pamer kecerdasan musikal dalam mendekonstruksi lagu dan mencampuradukkan beragam gaya?

Jawabannya, tentu saja, bukan itu semua—itu bukan kewajiban mereka. Yang cukup mereka sajikan adalah komposisi yang nyaman didengarkan namun sekaligus dapat mewadahi ego masing-masing personelnya dalam takaran yang paling pas. Soyy, kuartet anyar asal Semarang, dan tunggalan perdananya ini adalah salah satu yang bisa dicontoh.


6. Vvachrri feat. Farisha Aqilah — “Jauh Dari Rumah // Ole”

Vvachrri feat. Farisha Aqilah — “Jauh Dari Rumah // Ole” Menanggalkan ornamentasi gaya musik metalcore coba-coba yang sempat diusung dalam dua tunggalan sebelumnya, trio asal Depok-Bekasi ini memutuskan untuk kembali berenang dalam zona nyaman mereka. Hasilnya, tunggalan ketiga dan terakhir dari bakal EP mereka mendatang ini tampil dalam rupa yang tak sulit ditebak, yakni sebuah tembang yang secara penuh hanya bernapaskan paduan midwest emo dan indie rock—yang cukup menawan begitu vokal Fachri bisa dimaklumi.


7. Milledenials — “Deny, Denial”

Milledenials — “Deny, Denial” Mari tilik lagi tatanan dari 5 tahap berduka yang diyakini sebagian besar orang itu. Apa yang yang akan menjelang setelah “Acceptance”? Benarkah tak ada, sebab itu adalah tahapan final? Rasanya, belum tentu. Kembali menginjak tahapan penyangkalan juga termasuk salah satu skenario lanjutan yang mungkin saja terjadi.

Mungkin menganut pemahaman serupa dengan yang telah disebutkan, kuintet asal Pulau Dewata ini merilis tunggalan kedua yang justru diberi judul “Deny, Denial”. Tak terlalu banyak yang berbeda memang, kecuali keberanian mereka untuk mulai mempermainkan struktur lagu. Anggap saja tunggalan ini merupakan usaha untuk mempertegas formula campuran pop-punk dan shoegaze yang ingin mereka usung sebagai identitas.


8. Inbetweeners — “Grit”

Inbetweeners — “Grit” Ah, tentu saja, Bagas “Encek” lagi. Ah, tentu saja, pemain drum pendukung lagi. Tak dapat dipastikan siapa lagi yang tengah atau akan meminta bantuannya memberikan ketukan, tetapi kali ini Raden Muhammad Suryokusumo-lah orangnya.

Sempat berlari lebih jauh dari kaedah orkesnya dalam “Berantakan”—dengan liriknya yang berbahasa Indonesia dan musiknya yang tak melulu bising—vokalis dan gitaris Uncanny ini kembali tancap gas dan menyemburkan bahasa Inggris dalam tunggalan teranyarnya sebagai Inbetweeners.
Justin Adijanto & Jessica Gelinas — “Not About Me”; Lana Del Rey — “Chemtrails Over The Country Club”; Alexis Neon — “All My Dreams Of You”; KALI — “Lucy”; Soyy — “Not Surprised, It Happened Again”; Vvachrri feat. Farisha Aqilah — “Jauh Dari Rumah // Ole”; Milledenials — “Deny, Denial”; Inbetweeners — “Grit”

Baca Pula

0 comments