Tunggalan Pilihan: Oktober 2020

01 November

Tunggalan Pilihan: Oktober 2020

Baik hanya dimaksudkan sebagai sebuah lagu lepas maupun sebagai materi pendukung dari sebuah koleksi rekaman, mungkin saja terdapat begitu banyak tunggalan (single) yang dirilis dalam rentang waktu satu bulan. Oleh karena itu, melalui senarai ini redaksi suaka suara berusaha menyuguhkan beberapa tunggalan yang kami sukai sebagai bentuk rekomendasi.

Berikut adalah senarai tunggalan yang dirilis sepanjang Oktober 2020 pilihan redaksi suaka suara.



1. Charita Utami, Yudhistira Mirza — "Usai Usia"

Charita Utami, Yudhistira Mirza — Usai UsiaMenemukan sinergi yang tepat, pertemuan awal mereka kala bekerja sama sebagai produser rupanya berlanjut ke dalam bentuk kerja sama lain, yakni sebagai duo yang menampilkan diri mereka sendiri. Kini, berselang kurang lebih dua tahun dari dirilisnya EP Detak, wanita yang turut memperkuat The Trees & The Wild pula Midnight Quickie dan pria yang memperkuat Damaia ini kembali menjelajahi minat bersama mereka terhadap formula folk eklektik melalui “Usai Usia”.


2. Julia Jacklin — "to Perth, before the border closes"

Julia Jacklin — to Perth, before the border closesHidup berpindah-pindah selama 5 tahun akhirnya membawa kaki Julia Jacklin untuk menjejak di atas tanah Perth untuk masa yang cukup lama, sebab pandemi yang tengah berlangsung mendorong pemerintah setempat untuk menutup perbatasan kota tersebut. Fakta bahwa proses penciptaannya bermula di Melbourne dan berakhir di Perth membuat dirinya menggunakan tunggalan ini sebagai mantra penenang bagi kecemasannya dalam menghadapi perubahan gaya hidup yang cukup signifikan.


3. Moon Gang — "Shed Light"

Moon Gang — Shed LightUsai memulai langkah mereka dengan “The Visit” dan lantas menyusulnya dengan “How I Feel”, kini hasil kawin silang dari Karaeng Adjie dan Bam Mastro ini melepas tunggalan ketiga mereka yang memuat dua tahap yang saling bertolak belakang dari rasa cinta: menyangkal kehadirannya dan menolak kepergiannya. Seluruh tunggalan yang telah mereka lepas hingga saat ini memberikan sebuah terawangan yang cukup menarik, sebab rasanya karya mereka tak akan terlalu dekat dengan kata monoton.


4. Natasha Udu — "Days of You"

Natasha Udu — Days of YouBerbekal keinginan untuk mengembangkan dirinya lebih jauh, wanita yang kerap menyumbangkan vokalnya bagi kelompok Lomba Sihir serta Matter Halo ini akhirnya mengambil sebuah langkah tegas untuk berkarya sebagai dirinya seorang. “Days of You”, sebuah lagu yang menyoroti krisis perempat bayanya—terutama seputar kehidupan asmara dan karier—dilepas sebagai tunggalan debut.


5. Cayenne — "Drivin’ Away"

Cayenne — Drivin’ AwayGadis di balik moniker ini memang tak lain tak bukan adalah Celine Autumn, vokalis Sobs. Namun, walaupun proses produksinya juga melibatkan Jared, sila tepikan bayang-bayang akan formula sonik khas trio asal Singapura tersebut saat bersiap mencerna “Drivin’ Away”. Pasalnya, alih-alih kembali menyuguhkan musik bergaya indie pop, dalam tunggalan debutnya sebagai seorang solois ini, Celine justru menampilkan persona barunya sebagai e-girl pengusung pop elektronik bising ala hyperpop.


6. Noni — "BOYISH"

Noni — BOYISHSelepas digandeng oleh CVX pada “Crawl”, Noni kini bergantian mengajak pria bernama asli Ikki Witjaksono tersebut untuk secara berdampingan berbagi ruang sebagai produser bagi album mininya yang akan dirilis November mendatang. Sebagai pemikat, pula sebagai penyaji gambaran atas gaya musik utama yang akan ia usung, Amaranggani Aysha melepas nomor kedua dari koleksi tersebut sebagai tunggalan pembuka.


7. Madukina — "Lullaby"

Madukina — LullabyAwal Juli lalu, memperingati waktu satu tahun yang telah ia lewati semenjak debutnya, solois asal Malang ini melepas imaji lain dari “Peach”. Walaupun secara utama masih menyuguhkan musik bergaya R&B, ia menanggalkan ledakan-ledakan ceria di dalamnya dan memilih untuk menyisakan hawa yang lebih tenang dan muram. Formula kalem tersebut, nampaknya masih ingin diusung oleh Madukina dalam tunggalan teranyarnya ini.


8. Sal Priadi — "Misteri Minggu Pagi"

Sal Priadi — Misteri Minggu PagiApa yang akan muncul di benak, jika pada pagi setelah kencan pertama, orang yang ditaksir tak kunjung memberi kabar? Apakah bercampur aduknya perasaan lantas akan memicu munculnya keraguan akan daya tarik dari diri? Kegusaran tersebut agaknya menjadi tema utama dari tunggalan teranyar pujangga asal Malang yang kini kembali memeluk gaya khasnya sebelum “Irama Laot Teduh”: membicarakan cinta muda-mudi dalam musik teatrikal berkomposisi rumit.


9. Rimba — "Mind’s Leaving Town"

Rimba — Mind’s Leaving TownSetelah melepas tunggalan perdana mereka pada 2019 lalu, kini kuartet yang beranggotakan Tasya (vokal), Vari Rivano (gitar, synth, vokal), Marvin Muhammad (bass, synth, vokal), dan Ivando (drum) ini melepas “Mind’s Leaving Town” sebagai susulan. Formula yang digunakan masih serupa dengan “SYMD”: pergelutan dengan berahi disajikan dalam rupa musik bergaya pop psikedelik.


10. Nindya Nabilah — "Mati Rasa"

Nindya Nabilah — Mati RasaTak ada garis lugas yang dapat ditarik guna menghubungkan Dunia Batas milik Payung Teduh dan Lintasan Waktu milik Danilla. Kini, letakkan tunggalan perdana milik Nindya Nabilah ini tepat di tengah-tengahnya, lalu voilà! Sebuah titik penghubung pun seketika hadir. Sayangnya, meskipun peleburan gaya musik dari kedua album tersebut memang apik dan membuai, tetapi pemanfaatannya perlu diperhatikan, sebab ia disertai oleh bayangan yang cukup lekat merekat.


11. Toscasoda — "Refraction"

Toscasoda — RefractionAmbil pakem-pakem dari shoegaze dan dream pop, lalu kemas ulang hasilnya dengan produksi yang lebih lugas—tanpa banyak pulasan—pula lembut. Hasilnya, kurang lebih akan menyerupai tunggalan perdana dari kuintet asal Tangerang yang beranggotakan Raynaldi Reziana (drum), Putra Wiratama (bass), Zehan Al Ghifari (gitar), and Savira Jasmine (gitar), dan Erica Prisciella (vokal) ini.


12. Milledenials — "Acceptance"

Milledenials — AcceptanceJudul yang disematkan seketika akan dengan mudah terasosiasikan dengan etape final dari Lima Tahap Kesedihan. Benar saja, memang babak tersebutlah menjadi tema utama dari tunggalan perdana kuintet asal Bali ini. Kombinasi pokok tersebut dan musik bergaya emotif tentunya akan menjadi suguhan yang klise. Namun, langkah cerdik Milledenials untuk turut membubuhi musik mereka dengan kaidah shoegaze menjadi atraksi yang sulit ditampik.


13. Garside — "Cruel"

Garside — CruelDalam berbagai tingkatan hubungan, mulai dari yang melibatkan sesama manusia perseorangan hingga yang melibatkan masyarakat dengan pemerintah, tak mendapatkan penjelasan yang berarti dari sebuah pernyataan yang diklaim absolut memang dapat membuat seseorang merasa teraniaya. Ketidaknyamanan tersebutlah yang lantas diangkat sebagai tema utama dari tunggalan terbaru kuintet rock asal Medan ini.


14. Isyana Sarasvati — "UNLOCK THE KEY"

Isyana Sarasvati — UNLOCK THE KEYSelepas “LEXICON”, tunggalan anyar dari wanita yang kini mendirikan perusahaan rekamannya sendiri ini seharusnya tak lagi terlalu mengejutkan. Dengan pertanda berupa penggunaan huruf kapital yang serupa, “UNLOCK THE KEY” merupakan sebuah usaha lain dari Isyana Sarasvati untuk menggunakan perbauran simfoni dan distorsi sebagai sarana mengejawantahkan pergulatan dalam batinnya.


15. Fuzzy, I — "Wingbender"

Fuzzy, I — WingbenderKuintet rock asal tabrak asal Bandung ini kini semakin lepas kendali. Tunggalan teranyarnya ini berkelak-kelok semau hati, sampai-sampai wujudnya menyerupai kain tampal seribu yang tersusun atas hasil pungutan patahan-patahan terbaik mereka. Menariknya, tiap-tiap jelujurnya—dalam rupa transisi, selayaknya gabungan judul maxi-single dan bakal EP mereka—dikerjakan dengan begitu cerdik, hingga jejaknya cenderung tak kasat mata.
Tunggalan Pilihan Oktober 2020: Charita Utami, Yudhistira Mirza — Usai Usia; Julia Jacklin — to Perth, before the border closes; Moon Gang — Shed Light; Natasha Udu — Days of You; Cayenne — Drivin’ Away; Noni — BOYISH; Sal Priadi — Misteri Minggu Pagi; Rimba — Mind’s Leaving Town; Nindya Nabilah — Mati Rasa; Toscasoda — Refraction; Milledenials — Acceptance; Garside — Cruel; Isyana Sarasvati — UNLOCK THE KEY; Fuzzy, I — Wingbender

Baca Pula

0 comments