Tunggalan Pilihan: Oktober 2022
10 Desember
Cancerose — "Dont @ Me / 3:05"; Ranjani — "Tercerahkanlah"; Fleshwater — "Kiss The Ladder"; Piss For Pumpkin — "Son Of Ugly"; re:NAN — "Gorgon"
![]() |
| Sampul oleh Ikrar Waskitarana |
Berikut adalah senarai tunggalan yang dirilis sepanjang Oktober 2022 pilihan redaksi suaka suara.
1. Cancerose — "Dont @ Me / 3:05"
Belum puas dengan keusilannya sebagai Jajang Tornado, Luthfi Adianto kini mengajak Raihan Pramudya untuk mengacau di balik topeng lain. Meskipun alias yang dipilih agaknya merupakan perpaduan dari zodiak Cosmicburp dan—mungkin—salah satu bunga favorit petallions, vokal di bait pertama tunggalan ini rasanya benar-benar mampu memicu kanker telinga saking nyelenehnya—baik lirik maupun soniknya.
2. Ranjani — "Tercerahkanlah"
Di rumah, di sekolah, dan di lingkungan kerja, kita selalu diajarkan untuk menghargai orang lain, sebab seorang insan akan menerima perlakuan yang serupa dengan yang ia berikan kepada orang lain. Namun, pernahkah terbersit di pikiran Anda bahwa pemikiran yang sama juga sebenarnya perlu dilakukan untuk diri sendiri? Berbaik hatilah pada diri Anda sendiri agar ia membalas dengan kebaikan yang sama.
3. Fleshwater — "Kiss The Ladder"
Singkat, padat, dan jelas adalah pendekatan yang dipilih oleh kuartet asal Massachusetts berikut guna memberikan cicipan pertama dari album perdana mereka. Hanya dengan bermodalkan 77 detik, kugiran alter ego Vein.fm ini benar-benar getol ingin memberikan gambaran besar arah mereka: gado-gado gaya musik khas 2000-an yang dikemas secara pop. Oleh sebab itu, tak perlu heran mendengar betapa sibuknya nomor ini.
4. Piss For Pumpkin — "Son Of Ugly"
Lagi-lagi, trio punk eksperimental asal Kanada ini menambahkan komposisi unik lain ke dalam katalog mereka. Kembali menggunakan palet yang berbeda, Annie MacLeod, Isaac Seglins, Matt Sagar kini justru menghasilkan bebunyian pascapunk—yang tak lagi terdengar diciptakan sewaktu gila sebab kesurupan maupun teler kondisioner saat depresi—saat tengah menilik kembali roda kehidupan.
5. re:NAN — "Gorgon"
Kelar disuguhi kisah sedih Megi, kini kita diajak berkenalan—dan sayangnya—sekaligus berpamitan dengan Gorgon. Dalam duka—dan geram—Eki (vokal & bas), Rizky Semata (gitar) dan Rifqy (penyintesis dan drum) menceritakan peristiwa nahas yang menimpa kucing kesayangan pelanggan Fanaa Cafe tersebut. Sayang seribu sayang, ketidaksempurnaan tata bahasa Inggris pada liriknya menjadi hal yang cukup menganggu.




0 comments