Rilisan yang Patut Dilirik: Agustus 2020

17 September

BAPAK – Miasma Tahun Asu, Rayssa Dynta – Allegory: Act I, Holly Humberstone – Falling Asleep, The Japanese House – Chewing Cotton Wool, joan – cloudy
Rilisan yang Patut Dilirik: Agustus 2020

Di penghujung September, kami memilih album, album mini, dan EP yang dirilis pada Agustus dan menarik perhatian kami. Rilisan-rilisan tersebut kemudian kami buat menjadi daftar yang mungkin dapat Anda gunakan sebagai rekomendasi di kala ingin menemukan musik-musik baru untuk didengarkan.

Berikut adalah daftar tersebut.

1. BAPAK – Miasma Tahun Asu

Terdapat dua reaksi yang diramalkan oleh Kareem bagi pendengar “Dogma Milenial Provinsi Yggdrasil”: menghantamkan kepala ke tembok ataupun menangis di pojokannya. Rupanya, asumsi tersebut selanjutnya dapat pula dijadikan kategori klasifikasi bagi keseluruhan nomor Miasma Tahun Asu. Dalam album debut dari kuartet yang digagas Kareem guna memuaskan dahaganya akan produksi musik—tentu saja dengan masih tak memperdulikan batasan-batasan gaya musik tertentu—yang lebih organik ini, rasio antara nomor keras dan nomor lembut hampir dapat dikatakan sebanding.




2. Rayssa Dynta – Allegory: Act I

Meninggalkan EP Prolog dan tunggalan “Under Cover”, solois pop elektronik ini kini mulai bersiap untuk melepas album penuh perdananya. Allegory: Act I merupakan kumpulan tiga buah lagu yang digunakan sebagai bagian dari rangkaian penyambutnya. Di dalamnya, bersandingkan komposisi sonik yang diciptakan oleh tiga produser berbeda, pemeran Jenny Hakim dalam serial Gossip Girl Indonesia ini menyuguhkan kepiawaiannya bernyanyi dalam beragam gaya musik.




3. Holly Humberstone – Falling Asleep At The Wheel

"Dark, wonky pop" agaknya memang sebuah istilah yang dapat dengan tepat menggambarkan gaya musik sajian solois asal Grantham, Inggris ini: suara gitar elektrik dan synthesizer merupakan hal dominan dari musik yang mengiringi vokal seraknya. Melalui EP perdananya ini, meski terbilang pendatang baru, Holly berhasil menunjukkan ketajamannya dalam menulis lirik, sebab tak hanya asmara, kesehatan mental pun menjadi salah satu tema yang ia sajikan di dalamnya.




4. The Japanese House – Chewing Cotton Wool

Beranjak dari Good at Falling sekaligus album penuh sebagai format rilisan, Amber Bain kini kembali melepas kumpulan karyanya dalam bentuk EP. Masih menyajikan tema utama seputar patah hati, EP terbarunya ini menyuguhkan empat buah nomor—”Sharing Beds” dan “Dionne” menyusul “Something Has to Change” dan “Chewing Cotton Wool” yang telah terlebih dahulu dilepas sebagai tunggalan—yang menggambarkan tiap-tiap tahap yang ia lalui saat meninggalkan sebuah hubungan asmara dan beralih menyambut yang baru.




5. joan – cloudy

Selepas portra yang kental dengan musik synth-pop khas 80-an, duo asal Arkansas ini kini mengajak pendengarnya untuk melompat satu dekade penuh dan mulai mendengarkan sajian musik khas 90-an hingga awal 2000-an melalui EP keduanya, cloudy. Berisi enam nomor, EP terbaru mereka ini memuat kisah tentang pasang surut sebuah hubungan. "try again", nomor yang menonjolkan gaya musik R&B, mengawali kisah yang akhirnya akan ditutup oleh "brokenhearted", sebuah balada sentimental.



Baca Pula

0 comments