Rilisan yang Patut Dilirik: Juli 2020

20 Agustus

Rilisan yang Patut Dilirik: Juli 2020

Di penghujung Agustus, kami memilih album, album mini, dan EP yang dirilis pada Juli dan menarik perhatian kami. Rilisan-rilisan tersebut kemudian kami buat menjadi daftar yang mungkin dapat Anda gunakan sebagai rekomendasi di kala ingin menemukan musik-musik baru untuk didengarkan.

Berikut adalah daftar tersebut.

1. Rubina – Modinha

Alunan vokal Rubina dalam balutan musik bergaya bossa nova mungkin sempat membuai melalui “Chega de Saudade” dan “Brigas, Nunca Mais”, dua tunggalan yang telah ia lepas sebelumnya. Namun, rupanya “L’amerai Anche Tu” dan “Tu Che Di Gel Sei Cinta”—dua buah nomor yang masing-masing ditempatkan sebagai nomor pembuka dan nomor penutup dari Modinha—disimpan sebagai ajang bagi solois wanita ini untuk memamerkan kemampuan vokalnya tatkala bernyanyi dalam gaya seriosa.




2. Cosmicburp – Pusara Pustaka: Antologi Doa dan Kutukan

Setelah sempat duduk sebagai produser, bertamu sebagai kolaborator, hingga beraksi bersama Foolish Commander, pria bernama asli Luthfi Adianto ini akhirnya merilis album penuh debutnya pada awal Juli lalu. Beberapa tunggalan yang telah dilepas telah cukup baik memberikan gambaran akan gaya musik dan gaya lirik dari proyek solonya ini, namun mendengarkan album ini secara utuh memberikan dampak yang berbeda, baik karena susunan nomor yang disajikan maupun karena isu-isu personal yang diangkat.




3. Kllo – Maybe We Could

Sempat berkarya secara terpisah, masing-masing dari Chloe Kaul dan Simon Lam kini kembali menjadi separuh bagian dari duo elektronik asal Australia ini. Jika pada tiga tahun silam Backwater menyuguhkan sekumpulan musik yang mudah dicerna, melalui album yang secara tersirat menampilkan berselang-selingnya dominasi keduanya dalam tiap nomornya ini, Kllo menyajikan serangkaian nomor dance yang cenderung riuh.




4. Liv.e – Couldn’t Wait to Tell You…

Album ini berputar selayaknya aliran pikiran: fokus dan suasananya selalu silih berganti tanpa perlu aba-aba yang jelas. Dalam kompleksnya komposisi dan aransemen kedua puluh nomor yang seolah secara paksa menyilangkan gaya musik R&B dan jazz ini, sang penyanyi-penulis lagu, rapper, sekaligus produser asal Dallas menyajikan beragam kelokan hingga bahkan patahan dari tumpukan-tumpukan lapisan yang saling menimpa tanpa perlu mengindahkan kenyamanan.




5. Camlann – The Forgotten Lost Fragments

Walaupun mungkin tidak dihantarkan secara tegas, album penuh pertama dari kelompok post-punk remaja asal Jakarta ini sejatinya menyuguhkan sebuah kisah fiktif yang berkutat dengan romansa antara seorang wanita dan pria bernama Johannes Bianchi. Kisah tersebut masih dituturkan dalam nuansa kelam dan sedih khas Camlann, namun perubahan personel nampaknya turut memberi dampak yang cukup kentara bagi komposisi musik mereka.




6. Jordana – Something to Say

Tanpa menghela nafas, penyanyi-penulis lagu yang kini menetap di Kansas ini menyusulkan Something to Say hanya empat bulan setelah melepas kemasan ulang Classical Notions of Happiness. Kesuksesan “Crunch”, salah satu nomor yang ditambahkan dalam kemasan ulang tersebut, untuk tampak mencolok lantas menggugah keingintahuannya dalam menjelajahi gaya musik yang serupa lebih jauh. Hasilnya, MELVV kembali dipercaya sebagai produser bagi bukan hanya beberapa nomor darinya, melainkan keseluruhan EP terbaru Jordana Nye ini.



Baca Pula

0 comments