Rilisan yang Patut Dilirik: April 2020

20 Mei


Rilisan yang Patut Dilirik: April 2020

Di penghujung Mei, kami memilih album, album mini, dan EP yang dirilis pada April dan kami sukai. Rilisan-rilisan tersebut kemudian kami kumpulkan menjadi satu ke dalam daftar yang mungkin dapat Anda gunakan sebagai rekomendasi di kala ingin menemukan musik-musik baru untuk didengarkan.

Berikut adalah daftar rilisan album, album mini, dan EP yang dirilis pada April 2020 dan menarik perhatian redaksi suaka suara.

1. Peach Pit – You And Your Friends

Album penuh kedua dari kuartet pop alternatif asal Vancouver ini cukup mengobati kerinduan para pendengarnya setelah terakhir merilis album penuh pada 3 tahun silam. Walaupun di dalamnya Neil dan kawan-kawan cenderung bermain aman dengan tidak mengobral riff-riff berbahaya layaknya dalam Being So Normal maupun EP Sweet FA, perpaduan musik easy listening dan lirik jenaka khas Peach Pit yang masih cukup layak untuk dinikmati mampu menjadi pertanda bahwa Peach Pit masih sanggup mengundang perhatian pendengar mereka.


2. Daramuda – Pertigaan

Setahun lebih setelah merilis EP perdana mereka, trio biduanita ini akhirnya melepas sebuah EP baru dengan judul yang menjadi siratan bahwa ketiganya harus merelakan kebersamaan mereka saat memutuskan untuk menuju ke ujung yang berbeda dari persimpangan yang tengah ditemui. Seakan bermaksud untuk meninggalkan sebuah penutup yang manis, Danilla Riyadi, Rara Sekarwati, dan Sandrayati Fay kali ini benar-benar berusaha melengkapi vokal satu sama lain dalam tiap nomor yang telah ditulis oleh masing-masing dari mereka, tak seperti EP Salam Kenal yang utamanya merupakan kompilasi suguhan solo ketiganya.


3. Meet The Doppelganger – Situational Isolation

Misterius atau mungkin saja memang dibuat tanpa maksud tertentu selain berusaha produktif  di tengah masa karantina merupakan kesan yang diberikan oleh Denny Aulia Rachman, pria di balik Meet The Doppelganger, melalui EP yang utamanya hanya diisi oleh dua buah nomor ini. Walaupun begitu, penggalan-penggalan puisi The Sleeper karangan Edgar Allan Poe yang ia comot tanpa terlalu pikir panjang sebagai lirik justru mampu memberikan sedikit konteks terhadap kedua komposisi post-rock yang dengan sengaja ia suguhkan dalam kualitas rendah tersebut.


4. The Strokes - The New Abnormal

Tak disangka, kuartet rock alternatif kawakan asal Manhattan ini tiba-tiba melepas sebuah album baru di tengah pandemi yang sedang melanda, genap tujuh tahun semenjak perilisan album penuh terakhir Comedown Machine. Namun, alih-alih menyuguhkan lagu-lagu tempo cepat pemicu dansa yang mudah digemari oleh para fans layaknya muatan Angles maupun diskografi awal mereka, dalam The New Abnormal Julian Casablancas dan kawan-kawan justru menyuguhkan nomor-nomor bertempo sedang dan cenderung lambat. Album ini mungkin akan menjadi rekaman yang cukup mengecewakan, namun riff-riff khas Nick Valensi dan Albert Hammond Jr. di dalamnya setidaknya layak untuk didengarkan bagi mereka yang merindukannya.

Kamu Mungkin Suka

0 comments