Rilisan yang Patut Dilirik: Maret 2020


Rilisan yang Patut Dilirik: Maret 2020


Di penghujung April, kami memilih album, album mini, dan EP yang dirilis pada Maret dan kami sukai. Rilisan-rilisan tersebut kemudian kami kumpulkan menjadi satu ke dalam daftar yang mungkin dapat Anda gunakan sebagai rekomendasi di kala ingin menemukan musik-musik baru untuk didengarkan.

Berikut adalah daftar rilisan album, album mini, dan EP yang dirilis pada Maret 2020 dan menarik perhatian redaksi suaka suara.

1. Snarls – Burst

Berbenturannya beragam permasalahan yang berdatangan dengan trauma-trauma masa lalu menjadi penyebab dari terasa beratnya proses beranjak dewasa bagi sebagian remaja. Chlo White, Riley Hall, serta Mick dan Max Martinez bersaudara agaknya termasuk dalam golongan remaja yang mengalami hal serupa. Pahitnya rasa kecewa dan patah hati yang mereka alami dalam proses tersebut lantas diangkat menjadi muatan utama dalam album perdana kuartet asal Columbus, Ohio yang memuat beragam porsi gaya musik rock, emo, dream pop, dan grunge namun secara sederhana mereka rangkum sebagai glitter emo alt-rock ini.


2. Aseul – Slow Dance

Penyanyi sekaligus komposer asal Korea Selatan ini kembali meneruskan peran barunya setelah menanggalkan nama Yukari ini. Walaupun masih menggunakan formula yang cenderung serupa, album kedua Aseul ini nampaknya sengaja dibuat lebih mudah dinikmati selayaknya judul yang disematkan. Hal ini terdengar melalui beberapa nomor yang tetap mampu menghadirkan hook-hook catchy dan bahkan menyuguhkan keindahan city pop di tengah musik elektronik bergaya dream pop khas Aseul.


3. Shewn – Moar

Lima tahun selepas At Home, Drowning, kuintet asal Malang yang kini sedang menjalani keseharian di beberapa kota berbeda ini mengambil arahan baru dalam gaya musik yang mereka usung. Walaupun sisi agresif dari rasa kecewa yang sempat menjadi gaya musik utama dari EP perdana mereka masih cukup kentara disuguhkan dalam “Alongside Me”, “Climates” dan “Detached” nyatanya menyuguhkan gaya musik yang lebih sederhana dan manis namun tetap sentimentil.


4. Yosugi – Unbothered. Unmastered.

Masa karantina mandiri yang tak kunjung usai dapat memicu munculnya rasa bosan dan bahkan stres. Mencoba tak terjebak dalam ketidakberdayaan yang disebabkan oleh terbatasnya kegiatan yang dapat dilakukan pada masa tersebut, Kareem mencoba menyuguhkan hasil eksperimennya saat menggunakan piranti Elektron Octatrack MK2 dalam bentuk sementah mungkin dalam lima buah nomor club dengan estetika kualitas audio rendah yang menjadi ciri khas Yosugi, aliasnya sebagai produser musik.