Tunggalan Pilihan: November 2019


Tunggalan Pilihan: November 2019

Sebagai pendukung untuk rilisan berupa album, EP, maupun mini album, beberapa lagu biasanya dilepas secara terpisah dan disebut sebagai tunggalan (single). Namun, tak jarang pula, sebuah tunggalan memang hanya dimaksudkan untuk menjadi sebuah lagu lepas yang tak akan dimuat dalam koleksi apapun. Hal ini pun wajar adanya, sebab melepas sebuah tunggalan memakan waktu, tenaga, dan biaya yang relatif lebih sedikit dibandingkan saat harus merilis sebuah koleksi.

Karena kemudahan tersebut, dalam kurun waktu satu bulan saja mungkin terlalu banyak tunggalan yang tersedia untuk didengarkan. Saking banyaknya, mungkin saja meluangkan waktu untuk memilih beberapa tunggalan yang menarik sulit untuk dilakukan. Oleh karena itu, melalui rubrik ini kami bermaksud untuk merangkum beberapa tunggalan menarik yang dirilis dalam kurun waktu satu bulan dengan harapan juga akan turut Anda sukai.

Berikut adalah senarai tunggalan yang dirilis sepanjang November 2019 pilihan redaksi suaka suara.


1. Duara – “Home”

Dapat kembali mengistirahatkan tubuh dan pikiran di dalam tempat tinggal selalu memicu perasaan nyaman. Walaupun begitu, perasaan tersebut tak hanya dapat timbul saat berada di dalam rumah, melainkan juga di setiap tempat yang digunakan untuk menghabiskan waktu bersama orang-orang terkasih. Pernyataan tersebut selanjutnya terasa semakin sentimental saat dituliskan ke dalam sebuah lagu minimalis nan mengawang oleh Robert, gitaris dari Duara, saat tengah berada di perantauan.

2. Kota & Ingatan – “Setiap Musim di Tanah Kami”

Rangkaian demonstrasi dengan beragam tuntutan yang sempat terjadi beberapa saat lalu menggugah kuintet rock asal Yogyakarta ini untuk turut menyampaikan suara mengenai masalah ini. Sebagai upaya untuk dapat terdengar semakin relevan dengan aksi tersebut, kumpulan kata dalam lirik tunggalan ini digubah dari tulisan-tulisan yang terdapat pada papan protes para demonstran yang hadir. Hal ini akhirnya membuat kritik-kritik yang berusaha Kota & Ingatan sampaikan terasa semakin gamblang dan mudah tersampaikan, tak seperti lirik-lirik penuh metafora dari album perdana mereka.

3. Aldrian Risjad – “Help You Out”

Walaupun memadukannya dengan musik rock alternatif yang cukup kontras, namun dalam tunggalan kali ini Aldrian memilih untuk menyampaikan tema yang menyentuh. Sesuai dengan judulnya, “Help You Out” merupakan ungkapan tekad solois ini untuk mulai membantu sang ayah dalam menjalani kehidupan setelah harus melalui masa-masa sulit bersama beberapa tahun lalu.

4. The Vacancies – “What If” 

Terjebak dalam hubungan romantis yang justru lebih kerap menimbulkan rasa sakit hati merupakan sebuah hal yang tidak mengenakkan. Oleh karena itu, walaupun mewujudkan hubungan tersebut merupakan hal yang sangat diidam-idamkan, namun memilih untuk melepaskannya terkadang merupakan sebuah langkah yang lebih tepat. Permasalahan inilah yang kemudian menjadi tema utama dari tunggalan terbaru kuintet pop alternatif asal Malang ini.

5. Beeswax ft. Tiara Larasati – “Admire”

Sekaligus melepaskan kepergian Raveizal dari tubuh unit emo/math rock asal Malang ini, Beeswax merilis tunggalan anyar berjudul “Admire”. Sesuai dengan judulnya, tunggalan ini mengangkat rasa kagum yang tak berlanjut sebagai kisah yang berusaha dimuat. Namun, berbeda dengan “Pills”, tema yang lebih halus tersebut disampaikan pula secara lebih lembut melalui hadirnya suara piano, synthesizer, dan vokal Tiara Larasati dari Young Savages.

6. DYND – “Too Shy to Say”

Tunggalan kedua dari solois R&B asal Semarang ini merupakan ungkapan dari rasa resah yang timbul saat momen-momen yang telah dilalui bersama dengan seseorang di masa lampau kembali muncul di dalam pikiran. Perasaan gundah tersebut kemudian disampaikan oleh Dynda Pradana, nama lengkap dari DYND, melalui vokal bernada rendah yang meliuk-liuk di atas musik yang penuh dengan hook-hook menarik.

7. Grimes – “My Name is Dark”

Tunggalan baru dari musisi pop alternatif asal Kanada ini seolah-olah terdengar seperti musik pengiring untuk film berlatar dunia distopia atau permainan video bertema cyberpunk berkat atmosfer gelap dan jahat yang menyelimutinya. Atmosfer kelam tersebut semakin kentara berkat terdengarnya riff nu metal pelan namun tebal pada bagian chorus dari tunggalan yang ditulis dan diproduseri oleh Grimes sendiri ini. Kesan suram tersebut seakan-akan menjadi perwujudan nyata dari judul yang disematkan pada tunggalan yang nantinya juga akan termuat dalam Miss Anthropocene, album mendatang dari Grimes.

8. Bring Me the Horizon – “Ludens”

Bring Me the Horizon merilis tunggalan terbaru berupa sebuah lagu tema untuk permainan video Death Stranding. Tunggalan yang utamanya menawarkan paduan musik elektronik dan trance ini terdengar agresif berkat hadirnya sentuhan nu metal yang muncul sejak pertengahan lagu. Berbeda dengan nomor-nomor amo yang terdengar emosional dan gelap, lagu yang dibuat hanya dalam 5 hari ini terdengar menyelipkan sedikit harapan di dalamnya. Perbedaan tersebut pun disetujui oleh Oliver Sykes yang menyatakan bahwa tunggalan ini akan menjadi nomor yang cukup unik apabila dibandingkan dengan seluruh diskografi Bring Me The Horizon.

9. Envy – “A step in the morning glow”

Seakan tidak mau kehilangan identitasnya setelah 5 tahun vakum, tunggalan berdurasi 7 menit dari salah satu pentolan post-hardcore/post-rock asal Jepang ini masih terdengar indah sekaligus berat dan emosional. Emosi yang dilepaskan dari tunggalan yang nantinya juga akan dimuat dalam album mendatang berjudul The Fallen Crimson ini semakin terasa meluap-luap berkat hadirnya sedikit spoken words di antara teriakan yang tetap menjadi porsi utama dari cara bernyanyi Tetsuya.