Rilisan yang Patut Dilirik: Agustus 2019


Rilisan yang Patut Dilirik: Agustus 2019

Di penghujung September kami menilik kembali Agustus guna mengetahui album, album mini, dan EP yang dirilis pada bulan tersebut. Semua rilisan tersebut kemudian dipilah sehingga dapat muncul beberapa yang memang kami sukai. Rilisan-rilisan yang telah dipilah kami kumpulkan menjadi satu ke dalam daftar yang mungkin dapat Anda gunakan sebagai rekomendasi di kala ingin menemukan musik-musik baru untuk didengarkan.

Berikut adalah daftar rilisan album, album mini, dan EP yang dirilis pada Agustus 2019 dan menarik perhatian redaksi suaka suara.

1. Camlann – The Arrival EP

EP pertama dari band asal Jakarta ini terdengar menarik sebab mereka memutuskan untuk menyilangkan muatan lirik yang cenderung kelam dengan musik yang anehnya mengundang tarian, walaupun juga dibawakan dalam atmosfer yang tidak cerah. Rumusan ini tentu lumrah disajikan oleh pengusung darkwave, namun mengetahui bahwa lirik-lirik depresif tersebut ditulis oleh remaja mambuat kita bertanya-tanya apakah hidup semakin cepat menunjukkan wajah aslinya dewasa ini.



2. Lana Del Rey – Norman Fucking Rockwell!

Walaupun pemilihan nama Norman Rockwell sebagai judul diakui tak terlalu dipikirkan, nyatanya pria tersebut menjadi objek utama kegelisahan Lana yang seolah-olah memainkan peran sebagai wanita idaman lain miliknya. Menariknya, tema tersebut tak lantas membuat album ini menjadi monoton, sebab Lana dapat mengambil beragam sudut berbeda dari tema utama tersebut.

Musik dalam album ini terasa lebih minimalis jika dibandingkan dengan beberapa album sebelumnya, namun pemilihan ini rasanya tepat, sebab lirik-lirik yang tentunya masih diutarakan melalui pemilihan kata yang ajaib tersebut semakin tajam terdengar. Walaupun vokal Lana didaulat menjadi sajian utama, nyatanya masih tersedia ruang bagi Jack Antonoff untuk sedikit memamerkan hasil produksinya. Salah satu yang paling menonjol tentunya adalah solo gitar dan synth yang justru mengambil porsi cukup besar pada bagian awal album.



3. Svmmerdose – she/her/hers

Ada keterkaitan yang kuat antara R&B dan gairah untuk merayakan cinta dan sepertinya Svmmerdose memilih untuk menampilkan stereotip tersebut dalam album debut mereka. Kombinasi ini mungkin akan terdengar klise, namun nyatanya penyelipan eksperimentase lagu yang terkadang muncul secara tak terduga membuat struktur beberapa nomor dalam album ini terdengar cukup dinamis dan bahkan sulit ditebak.



4. Reality Club – What Do You Really Know?

Seolah tahu poin-poin yang bisa diperbaiki dari album debut mereka, Reality Club menyajikan tata suara yang lebih variatif dan organik dalam What Do You Really Know?. Influens baru mungkin menjadi pendorong utama dari perubahan tersebut, namun tak lantas hanya menyalin, Reality Club justru cukup berhasil membungkusnya menjadi milik mereka.

Selain dari segi musikal, Relity Club sepertinya juga ingin menunjukkan perubahan mereka dari segi penulisan lirik, sebab beberapa lagu dalam album kedua mereka ini memuat tema yang lebih dewasa dan lebih luas dari sekadar cinta. Tema-tema tersebut sepertinya mulai muncul sebab saat ini kelima personel Relaity Club telah berada pada tahapan kehidupan yang berbeda.