Subversif V: Mengejar The Dare (A Gig Story)


Poster Subversif V
Gambar 1. Poster acara (dok. s45.music.club di Instagram)

Pada sabtu malam tersebut saya memutuskan untuk berangkat pada pukul 19.30. Sebuah keputusan yang agak nekat jika mengingat bahwa pada rundown The Dare akan tampil 20.10, tepat pada saat saya akan baru saja sampai di sana. Sayangnya, keputusan tersebut harus diambil karena sebelum waktu tersebut saya sedang disibukkan dengan episode terakhir The Last Empress real life.

・・・

Setelah sebelumnya tersasar seperti biasa, saya sampai di Marabunta. Dari luar masih terdengar raungan gitar penuh reverb yang menandakan bahwa Noirless yang dijadwalkan tampil sebelum The Dare masih berada di panggung. Syukurlah.

Saat masuk ke dalam venue dan melihat ke arah panggung, saya dikejutkan oleh wajah yang tidak asing. Farizky yang biasanya lebih sering mengawal Anomalyst, malam itu terlihat mengisi posisi drummer pada formasi Noirless. Pada sisa waktu tampil mereka tersebut, saya masih bisa menikmati sekitar tiga buah lagu yang mereka bawakan.

Penampilan Noirless di Subversif V
Gambar 2. Noirless (dok. pribadi)

Setelah Noirless selesai tampil dan para penonton memutuskan untuk menepi, saya kembali melihat wajah yang tidak asing yang kali ini berada di antara mereka. Sebenarnya saya ingin menyapa, tapi potongan rambutnya yang berbeda membuat saya tidak yakin bahwa ia adalah orang yang saya kira. Bodohnya, tidak sampai sehari setelahnya saya terpikir bahwa sebenarnya saya dapat memastikannya terlebih dahulu melalui salah satu aplikasi untuk bertukar pesan.

Seusai Noirless, maka yang saya nantikan akhirnya akan mengokupasi panggung. Mungkin karena disebabkan oleh rasa grogi, sang drumer sempat salah memulai tetabuhan, namun hal ini justru mencairkan suasana pada saat mereka akan membawakan lagu kedua. Gerombolan dream pop dengan aura girl power yang kuat ini membawakan ketiga lagu yang ada dalam EP mereka dengan tiga buah lagu lain, yang bahkan termasuk kover “Dunia Belum Berakhir”.

Penampilan The Dare di Subversif V
Gambar 3. The Dare (dok. pribadi)

Selama menyaksikan penampilan The Dare, berada di sisi kanan panggung pada malam itu membuat saya terpana pada sosok sang bassis, hingga akhirnya saya tidak lagi terlalu berminat terhadap setlist yang saya incar sebelumnya. Kalimat sebelumnya hanya sekadar fanboy-infused words, feminis musik tolong jangan serang saya.

Empat gadis tersebut akhirnya digantikan oleh dua oom-oom dari daerah yang sama. Duo bernama Sundancer ini terdengar konyol dan liar di rekaman dan saya semakin senang karena energi tersebut semakin kuat terasa saat menyaksikan mereka tampil secara langsung. Intermezzo mereka bahkan terdengar ajaib karena “Video musik untuk Musim Bercinta dapat ditonton di laman Youtube kami. Silakan subscribe dua kali dan like dua kali.” membuat saya harus agak lama mencerna. Anehnya, saya juga tidak habis pikir kenapa mereka dan The Dare butuh waktu sampai akhirnya menyambangi Semarang, padahal Mataram berada di dalamnya. Inside joke intended.

Penampilan Sundancer di Subversif V
Gambar 4. Sundancer (dok. pribadi)

Panggung selanjutnya mulai dihias dengan nuansa tropikal ala kepulauan Hawaii untuk menyambut Rrefal, yang mempersembahkan serangakaian acara pada malam tersebut sebagai pesta peluncuran albumnya yang manis-manis gula jawa alias Sweet Sweet Palm Sugar. Sebelum ia tampil, penyelenggara pada malam itu membagikan sebuah kertas bertuliskan narasi yang nantinya akan digunakan sebagai sebuah cerita yang membalut lagu-lagunya. Penampilan awal mereka terasa kurang mengena namun akhirnya semakin menarik saat akhirnya membawakan “Oversized Love” dan encore-encore setelahnya.

Penampilan Rrefal di Subversif V
Gambar 5. Rrefal (dok. pribadi)

Oleh-oleh Subversif V
Gambar 6. Oleh-oleh (dok. pribadi)

・・・

NB: Ga, pulangnya saya ga nyasar.




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...