Rilisan Memukau: 2021

01 Januari

Rekah — Kiamat, babak pertama; herbal tea — unwrap; Ethel Cain — Inbred; Milledenials — 5 Stages of Doomed Romance; Cayenne — Cayenne
Rilisan Memukau: 2021
Sampul oleh Ikrar Waskitarana

Hidup sedang bergeser.

Hidup sedang memutar roda ringseknya lagi untuk kesekian kali walaupun ia tak akan berhenti di suatu titik yang pasti.

Mulai membaik? Mungkin. Namun, kita tak akan pernah tahu kemalangan apa lagi yang bakal terjadi dalam sebulan, sehari, atau bahkan semenit ke depan.

Walakin, tak ada hal lain yang dapat kita lakukan selain tetap mengendarai hidup. Terus melaju sembari tetap keras kepala mungkin tak ada salahnya, tetapi beradaptasi untuk menyintas pun bukanlah sebuah langkah pengecut.

Mana yang paling baik? Entahlah. Namun, beberapa musisi di bawah tampaknya berhasil memilih strategi yang paling menguntungkan bagi mereka. Oleh karena itu, mari konsultasi atau teladani saja proses bermusiknya!



1. Rekah — Kiamat, babak pertama

Rekah — Kiamat, babak pertama Meskipun berangkat sudah dengan cukup berwarna bersama Berbagi Kamar—beragam nuansa walaupun semuanya kelabu—orkes pasca-hardcore ini rupanya menolak untuk berhenti mendobrak dinding di sisi-sisi yang lain. Presentasi lain tersebut, beserta sudut pandang berbeda—hampir pasti terpengaruh oleh berubahnya tubuh mereka—terhadap keputusasaan agaknya merupakan mukadimah yang baik bagi kiamat total yang menanti.

Nomor favorit: "Kabar dari dasar botol"


2. herbal tea — unwrap

herbal tea — unwrap Bermula dari landasan yang ringan—folk—tetapi bersamaan dengan menyusulnya sayup-sayup lain yang kian lama kian menumpuk, lima nomor yang termuat dalam unwrap semakin lama tak disangka semakin berat pula. Ditambah dengan derajat kemurungan pula penyampaian yang dingin, koleksi pertama Helena Walker dalam rupa herbal tea ini seakan-akan lahir dari dalam sebuah lubang hitam—yang menghisap apapun, yang menghisap cahaya seterang benderang apapun.

Nomor favorit: "apogee"


3. Ethel Cain — Inbred

Ethel Cain — Inbred Melanjutkan perannya sebagai istri-pengkhotbah-yang-tak-bahagia-dan-pada-akhirnya-menjadi-pemimpin-kultus-yang-doyan-memakan-pria, Hayden Anhedönia melepas kumpulan cerpen keduanya sebagai Ethel Cain. Tak terlalu banyak pembaruan memang, hanya saja sang bunda tampak tak lagi sungkan untuk mengoyak gitar elektriknya secara lebih tegas dan menghasilkan komposisi pop-rok yang lebih menohok.

Nomor favorit: "Michelle Pfeiffer"


4. Milledenials — 5 Stages of Doomed Romance

Milledenials — 5 Stages of Doomed Romance Mensukseskan semangat kawin silang emo-shoegaze yang mereka usung sedari awal menampakkan diri, kuintet asal Pulau Dewata ini berhasil mengumpulkan sejumlah lima buah nomor yang berkutat dengan konsep lima tahap berduka—satu nomor yang lain merupakan bonus—sebagai muatan dari album pendek pertama mereka. Tak membatasi diri, kugiran masygul ini juga tak sungkan meminjam ciri dari gaya musik hardcore dan rok matematika.

Nomor favorit: "Deny, Denial"


5. Cayenne — Cayenne

Cayenne — Cayenne Tentu, hyperpop merupakan tren terkini. Siapa saja yang tak menjajalnya seakan-akan akan menjadi orang purba. Celine Autumn, yang telah lebih dulu tenar bersama Sobs, pun merupakan salah satu yang takut tertinggal kereta hingga akhirnya terdorong untuk turut menyesaki kolam musik menyebalkan ini. Beruntungnya, Jared Lim, rekannya dari kelompok musik pop independen yang sama, ternyata sukses menjadi tim sukses.

Nomor favorit: "Drivin' Away"

Baca Pula

0 comments