Cosmicburp - "Fame"


Berakhirnya hubungan romantis membawa Cosmicburp memikirkan kembali tujuan hidupnya. Sebab, bukan hanya menyayangkan kehidupan percintaanya, produser/rapper/penyanyi ini turut menyayangkan kehidupan bermusik dan akademisnya setelah membandingkan hal-hal tersebut dengan apa yang telah ia usahakan. Kebimbangan ini akhirnya ia tuangkan ke dalam “Fame”, tunggalan terbaru dari musisi bernama asli Luthfi Adianto ini.

”Mulai kebingungan sendiri sih, kuliah susah-susah, belajar sudah rajin, sering menulis dan membuat lagu, tapi kadang-kadang saya merasa ‘jangan-jangan saya salah jurusan nih’ semacam itu lah kira-kira. Maka muncul pertanyaan ini: Kita di sini mau ngapain sih? What’s the purpose for all of these? Is it because we want this that bad or because it looks cool and we need that kind of appreciation and approval/acknowledgement?” ujar Cosmicburp.

Cosmicburp - Fame
Gambar 1. Artwork "Fame"

Lirik dalam “Fame” ditulis menggunakan rima yang kompleks. Rima-rima tersebut kemudian ia sampaikan melalui rap yang pada beberapa bagian terdengar seolah-olah disampaikan oleh Corey Taylor. Wajar jika hal tersebut terjadi, sebab selain Andre 3000, The Notorious B.I.G, dan Jack White, Cosmicburp juga mengaku terpengaruh oleh Slipknot. Sesuai dengan apa yang ingin ia sampaikan, dalam rima-rima padat tersebut tentunya terdapat banyak hal. Namun, salah satu hal yang patut disimak dalam rima-rima tersebut adalah tanggapannya terhadap Foolish Commander, trio rap-rock alternatifnya.

Cosmicburp
Gambar 2. Cosmicburp


“Fame” telah dirilis melalui beberapa layanan streaming musik pada 7 Juli 2019. Tunggalan ini menjadi karya solo yang dirilis Cosmicburp setelah sebelumnya merilis album The Undying Recital bersama The Foolish Commander. Saat ini, Cosmicburp tengah mengumpulkan materi untuk album tentang keluh kesah dan krisis keberadaaan yang akan dirilis dalam waktu dekat.