Tunggalan Pilihan: Januari 2020


Tunggalan Pilihan: Januari 2020

Sebagai pendukung untuk rilisan berupa album, EP, maupun mini album, beberapa lagu biasanya dilepas secara terpisah dan disebut sebagai tunggalan (single). Namun, tak jarang pula, sebuah tunggalan memang hanya dimaksudkan untuk menjadi sebuah lagu lepas yang tak akan dimuat dalam koleksi apapun. Hal ini pun wajar adanya, sebab melepas sebuah tunggalan memakan waktu, tenaga, dan biaya yang relatif lebih sedikit dibandingkan saat harus merilis sebuah koleksi.

Karena kemudahan tersebut, dalam kurun waktu satu bulan saja mungkin terlalu banyak tunggalan yang tersedia untuk didengarkan. Saking banyaknya, mungkin saja meluangkan waktu untuk memilih beberapa tunggalan yang menarik sulit untuk dilakukan. Oleh karena itu, melalui rubrik ini kami bermaksud untuk merangkum beberapa tunggalan menarik yang dirilis dalam kurun waktu satu bulan dengan harapan juga akan turut Anda sukai.

Berikut adalah senarai tunggalan yang dirilis sepanjang Januari 2019 pilihan redaksi suaka suara.

\

1. Porter Robinson – Get Your Wish

Porter Robinson – Get Your Wish Selepas Worlds, produser elektronik asal Amerika ini mengalami masa-masa kelam saat dirinya sulit merasa puas saat tengah membuat materi-materi baru. Beruntungnya, permasalahan yang kemudian membebani pikirannya tersebut akhirnya menghilang saat ia menemukan sudut pandang lain dari tujuannya menciptakan karya. Pengalaman ini akhirnya ia utarakan dalam tunggalan elektronik yang terdengar cukup organik ini melalui vokal yang diolah sehingga dapat digunakan layaknya sebuah topeng.

2. bleu house – IDWSG

bleu house – IDWSG Tunggalan terbaru dari unit pop elektronik asal Bandung ini menggambarkan kerinduan yang dirasakan saat tengah menjalani hubungan asmara jarak jauh. Tema tersebut dan 4 menit awal dari lagu ini selanjutnya mungkin saja terdengar klise, namun bagian penutup yang direkatkan kepada lagu ini pada akhirnya menawarkan daya tarik tersendiri sebab mampu menangkap sudut pandang lain terhadap permasalahan yang timbul dari bentuk hubungan ini.

3. Coltrains – 02.35

Coltrains – 02.35 Pukul tiga pagi merupakan waktu yang kerap dikaitkan dengan bermunculannya serangan krisis menuju kedewasaan, namun nampaknya kuintet asal Bekasi ini merasakan hal tersebut 25 menit lebih awal. Sulitnya mengambil pilihan di tengah banyaknya pendapat yang justru berkata sebaliknya menjadi fokus utama yang diangkat oleh Coltrains dari krisis perempat baya. Menariknya, permasalahan tersebut terdengar semakin muram saat dituturkan dalam balutan trip hop, sebuah gaya musik yang sudah cukup jarang terdengar selepas menghilangnya Everybody Loves Irene.

4. Tame Impala – Lost In Yesterday

Tame Impala – Lost In Yesterday Terus-menerus terperangkap dalam penyesalan yang dirasakan atas peristiwa yang telah berlalu alih-alih menjadikan hal tersebut sebagai kesempatan mengevaluasi diri merupakan permasalahan yang diangkat dalam tunggalan keempat dari The Slow Rush ini. Keadaan tersebut kemudian diandaikan oleh Kevin Parker sebagai sebuah siklus yang terus berulang melalui penyelipan Groundhog Day sebagai rujukan.


5. Wednesday – November

Wednesday – November Wednesday pada awalnya merupakan sebuah proyek solo dari Karly Hartzman, gadis yang juga menyumbangkan suaranya bagi Diva Sweetly. Namun, bersamaan dengan persiapan dirilisnya I Was Trying To Describe You To Someone, ia memutuskan untuk mengubah format moniker pribadinya tersebut menjadi sebuah band. “November”, yang menyusul “Fate Is...” dan “Billboard”, menjadi tunggalan terbaru yang dirilis Wednesday dalam format anyar mereka.

6. Snarls – Marbles

Snarls – Marbles Judul dari tunggalan ini mungkin terdengar tak memiliki kesinambungan yang berarti terhadap perasaan patah hati, namun nyatanya pendapat tersebut akhirnya dapat ditepis oleh Snarls melalui lirik tunggalan yang menyusul “Walk in The Woods” ini. Dalam “Marbles”, kelereng-kelereng yang jatuh berceceran dapat cukup tepat digunakan sebagai perumpamaan dari berserakannya isi kepala saat hubungan asmara yang dijalani kandas.


7. Shell of A Shell – Knock

Shell of A Shell – Knock Personel yang berangkat dari beraneka subgenre rock dan punk agaknya menjadi faktor utama dari beragamnya elemen dalam komposisi musikal unit asal Nashville ini. “Knock”, tunggalan pertama dari album perdana yang berjudul Away Team, merupakan salah satu hasil menarik dari perpaduan yang dapat mereka hasilkan. Di dalamnya, selain kombinasi pop punk dan indie rock yang cukup kentara, terdengar pula penerapan birama ganjil ala math rock.

8. Stars and Rabbit – Little Mischievous

Stars and Rabbit – Little Mischievous Digantikannya Adi Widodo oleh Didit Saad dalam formasi anyar Stars and Rabbit nyatanya membawa perubahan yang cukup kentara dalam gaya musik mereka. "Little Mischievous", tunggalan pertama dari formasi tersebut, yang seolah-olah melepas folk dan merengkuh rock merupakan perwujudan nyata dari pendapat tersebut. “Sisi lain dari diriku” nampaknya merupakan ungkapan yang secara tepat dapat menggambarkan eksplorasi musik Stars and Rabbit dalam tunggalan yang juga membuka Rainbow Asle ini.

9. SCALLER – The Unknown

SCALLER – The Unknown Menyusul “North Star”, kombo pasutri asal Jakarta ini kembali dengan sebuah tunggalan yang mereka ciptakan selepas melalui proses penemuan kembali diri. Walaupun birama ganjil merupakan hal yang kerap mereka gunakan, namun permainan petik clean guitar yang ditempatkan pada bagian akhir “The Unknown” menjadi indikasi paling kentara dari penggunaan math rock dalam gaya musik mereka.


10. Mothern, Mantra Vutura, Matter Mos, RAYHAN NOOR, Eupho – Cascade

Mothern, Mantra Vutura, Matter Mos, RAYHAN NOOR, Eupho – Cascade Ramainya daftar nama yang terpampang dalam tunggalan terbaru unit yang kini memutuskan melaju sebagai duo ini tergambarkan secara langsung oleh kompleksnya perpaduan sonik yang mereka hasilkan. Cerdasnya, walaupun nampaknya begitu banyak ide yang berusaha dimuat ke dalam tunggalan ini, duo rock alternatif ini tetap mampu menyediakan ruang bagi masing-masing dari para kolaborator guna menunjukkan ciri khas mereka.