Rilisan yang Patut Dilirik: Desember 2019


Rilisan yang Patut Dilirik: Desember 2019

Di penghujung Januari, kami memilih album, album mini, dan EP yang dirilis pada Desember dan kami sukai. Rilisan-rilisan tersebut kemudian kami kumpulkan menjadi satu ke dalam daftar yang mungkin dapat Anda gunakan sebagai rekomendasi di kala ingin menemukan musik-musik baru untuk didengarkan.

Berikut adalah daftar rilisan album, album mini, dan EP yang dirilis pada Desember 2019 dan menarik perhatian redaksi suaka suara.

1. Vague/Wreck – Split EP

Kesempatan Vague dan Wreck untuk menghabiskan waktu bersama di Solo pada tahun 2016 lalu sewaktu melangsungkan tur menghantarkan keduanya pada bentuk kerjasama berikut: sebuah EP split yang memuat masing-masing dua buah nomor dari kedua band yang secara umum sama-sama dapat digolongkan ke dalam ranah punk ini. Selain menyuguhkan perkembangan keduanya dari segi suara, EP ini juga mengunjukkan hasil penulisan lirik yang cukup menarik. Sebab, walaupun bukan kali pertama mereka melakukannya, baik Vague maupun Wreck memutuskan untuk menuliskan lirik mereka ke dalam bahasa Indonesia secara menyeluruh dalam setiap nomor EP ini.


2. Duster – Duster

Setelah berselang hampir 20 tahun dari dirilisnya album kedua mereka, trio slowcore asal Amerika ini kembali menampakkan dirinya dengan melepas album baru. Sesuai dengan gaya musik yang mereka tekuni, kelompok ini menyajikan dua belas nomor yang, walaupun diiringi oleh bisingnya raungan distorsi, tetap terdengar lemas berkat kombinasi sajian musik tempo menengah dan olah vokal mengawang yang lemah melalui Duster .


3. Maison book girl – 海と宇宙の子供たち

Setelah cukup bebas bereksperimen dalam yume, keempat gadis asal negeri sakura ini nampaknya memilih untuk kembali menawarkan musik yang lebih pop tanpa balutan konsep utama yang berat dalam album keempat mereka. Walaupun begitu, kelompok yang namanya kerap disingkat menjadi bukuga ini tidak menghilangkan ciri khas yang cukup menjadi pembeda dari kelompok idola lain, yakni penggunaan math rock sebagai sajian utama musik pengiring lantunan vokal mereka.


4. SSSLOTHHH – Celestial Verses

Unit post metal/sludge metal asal Bandung ini melepas album kedua mereka berselang enam tahun setelah perilisan Phenomenon. Selisih waktu yang cukup lama tersebut akhirnya dapat membuahkan perubahan-perubahan segar, antara lain lebih penuhnya komposisi suara yang disajikan berkat kehadiran Angga sebagai gitaris kedua, lebih beragamnya gaya olah vokal yang disuguhkan berkat nyanyian lirih yang terdengar pada beberapa kesempatan, dan lebih matangnya hasil produksi suara yang dihasilkan.