Rilisan yang Patut Dilirik: Oktober 2019


Rilisan yang Patut Dilirik: Oktober 2019

Di penghujung November, kami memilih album, album mini, dan EP yang dirilis pada Oktober dan kami sukai. Rilisan-rilisan tersebut kemudian kami kumpulkan menjadi satu ke dalam daftar yang mungkin dapat Anda gunakan sebagai rekomendasi di kala ingin menemukan musik-musik baru untuk didengarkan.

Berikut adalah daftar rilisan album, album mini, dan EP yang dirilis pada Oktober 2019 dan menarik perhatian redaksi suaka suara.

1. Kurosuke – The Tales of Roses & Wine

Mengaku terinspirasi oleh film lawas berjudul Days of Wine and Roses, Kurosuke mencoba menyajikan kisah romantisme eropa yang serupa dalam album keduanya ini. Selayaknya yang telah ia lakukan dalam album perdananya, pria bernama asli Christianto Ario ini kembali membagi cerita cinta tersebut ke dalam dua buah bagian emosi—kali ini lebih kentara berkat penyisipan intro dan pemilihan judul lagu pembuka pada masing-masing bagian. Walaupun formula dua sisi ini terkesan sebagai sebuah pengulangan, namun munculnya lagu-lagu bertempo cepat di paruh awal album dan kedewasaan Kurosuke dalam menanggapi kisah cinta yang pahit menjadi hal baru yang cukup menarik.


2. yeule – Serotonin II

Dalam album perdananya, gadis bernama asli Nat Ćmiel ini seolah-olah Ingin menyajikan penggambaran hiperbolis dari memudarnya sekat antara kehidupan nyata dan alam bawah sadar yang tentunya terwujud berkat bantuan teknologi. Menariknya, tema utama ini tergambar tak hanya melalui lirik yang memuat kecemasan terhadap arah berkembangnya peradaban karena pengaruh teknologi, melainkan juga melalui musik elektronik berkabut yang ditimbulkan oleh setumpuk penuh suara-suara yang berjalan secara egois pada lapisannya masing-masing namun anehnya selaras.


3. Mantra Vutura – Human

Walaupun masih menawarkan perpaduan musik elektronik dengan nuansa etnik sebagai sajian utama, namun dalam album perdananya ini, Mantra Vutura seakan ingin beranjak dari kesan gelap yang sempat tersirat dalam EP Solar Labyrinth. Pemilihan tujuh kebajikan sebagai tema—yang nampak dari artwork album dan kemudian dimuat secara terpisah ke dalam beberapa nomor—dalam album ini nampaknya merupakan penyebab utama dari perubahan nuansa musik Mantra Vutura. Selain itu, hadirnya vokal dari beberapa kolaborator turut membuat album ini tidak lagi terdengar dingin.


4. Rex Orange County - Pony

Pria bernama asli Alexander O’Connor ini kembali di akhir tahun dengan album ketiga yang lebih berwarna secara musikal berkat terdengarnya suara instrumen dawai dalam beberapa nomor. Walaupun masih menyampaikan kisah-kisahnya dalam perspektif anak muda yang sedang dalam masa peralihan menuju dewasa, dalam album ini Rex lebih menekankan tema seputar harapan-harapan yang membuatnya merasa bebas setelah menemukan jati diri paska Apricot Princess. Tema tersebut sebenarnya telah mulai dimuat oleh Rex sejak awal tahun melalui “New House” yang entah mengapa justru tidak masuk dalam daftar lagu final dalam album ini.


5. Hoody – Departure

Enam tahun setelah melakukan debut, solois R&B asal Korea Selatan ini akhirnya merilis album perdananya. Sesuai dengan judulnya, keberangkatan menjadi tema utama dari album yang menyuguhkan hook-hook menarik ini. Keberangkatan dapat memicu berbagai emosi. Oleh sebab itu, Departure tak hanya memuat rasa sedih yang timbul saat harus menginggalkan hal-hal lama, melainkan juga rasa gembira yang muncul saat menyambut hal-hal baru.