Rilisan yang Patut Dilirik: Juni 2019


Rilisan yang Patut Dilirik: Juni 2019

Di penghujung Juli ini kami menilik kembali Juni guna mengetahui album, album mini, dan EP yang dirilis pada bulan tersebut. Semua rilisan tersebut kemudian dipilah sehingga dapat muncul beberapa yang memang kami sukai. Rilisan-rilisan yang telah dipilah kami kumpulkan menjadi satu ke dalam daftar yang mungkin dapat Anda gunakan sebagai rekomendasi di kala ingin menemukan musik-musik baru untuk didengarkan.

Berikut adalah daftar rilisan album, album mini, dan EP yang dirilis pada Juni 2019 dan menarik perhatian redaksi suaka suara.

1. Polka Wars – Bani Bumi

Nomor-nomor berbahasa Indonesia yang dimuat di dalam EPNY nampaknya cukup berhasil menjadi sebuah transisi halus menuju arah penulisan lirik mereka yang baru. Minimnya penggunaan bahasa asing dalam Bani Bumi tak terdengar begitu mengejutkan berkat separuh bagian EPNY, walalupun tetap saja ada yang berharap mereka masih menggunakan bahasa Inggris sebagai sarana utama dalam menuliskan lirik.

Selain dari segi lirik, perubahan pun dapat ditemukan dari segi musik. Dalam Bani Bumi, beberapa lagu seakan-akan disusun secara perlahan dan mendetail hingga akhirnya dapat menjadi sebuah karya yang matang dan bahkan saling berkesinambungan. Sayangnya, penyelarasan nomor-nomor dalam album ini hanya dilakukan terhadap bagian awal album ini, sehingga beberapa nomor setelahnya justru terasa kurang padu.



2. Pamungkas – Flying Solo

Dalam album keduanya ini, tak banyak perkembangan dari segi muatan lirik, sebab Pamungkas kembali berbicara tentang kehidupan dan cinta. Toh tak mengapa, sebab kedua tema utama tersebut nampaknya mudah dicerna sebab dekat dengan kehidupan pendengarnya.

Walaupun tak ada perubahan yang menarik dari segi lirik, perluasan justru banyak terdengar dari musik dalam beberapa nomor dari album ini. Suara synthesizer yang kini hadir pada permukaan menjadi sebuah ciri yang cukup membedakan Flying Solo dengan Walk The Talk. Semakin banyaknya suara synthesizer yang digunakan dalam album yang kembali dibuat sepenuhnya oleh Pamungkas sendiri ini, pada akhirnya membawa dampak lain berupa hadirnya nomor-nomor yang mengundang tarian- tarian kecil, sebut saja “The Retirement of U” dan “Break It”.



3. Daniel Caesar – Case Study 01

Berkolaborasi dengan Pharell Williams, John Mayer, dan musisi lainnya, Daniel menelurkan album keduanya pada tahun yang lekat dengan kontroversi yang menimpa dirinya ini. Dalam album yang dirilis tanpa aba-aba ini, Daniel Caesar kembali menampilkan sisi dirinya yang selalu mencoba untuk memuat filosofi dalam tiap karyanya. Sisi filosofis tersebut ia tampilkan melalui bait-bait lirik yang banyak menggunakan metafora sains dan aliran kepercayaan. Sayangnya, walaupun memuat lirik yang menarik, Freudian nampaknya memberikan kesan yang lebih menarik dari segi musik.