Christabel Annora - "Matamu"


Judul yang juga dapat dibaca dengan intonasi ngegas ini memang sengaja dipilih oleh Christabel Annora, sebab ia ingin memanfaatkan ambiguitas yang dimiliki oleh kata tersebut. Penggunaan kata “matamu” secara indah dapat mengindikasikan perasaan kagum, namun secara buruk dapat ditujukan sebagai sebuah hinaan, khususnya dalam bahasa Jawa. Ambiguitas ini pun tergambar dari permainan piano Christabel Annora yang menyelipkan nada-nada gusar di atas dentingan-dentingan indah.

Christabel Annora - Matamu
Gambar 1. Artwork "Matamu"

“Lagunya menceritakan tentang dua sisi kehidupan manusia. Mullti interpretatif, sih. Kalau yang saya rasakan waktu mainin lagu ini, ada dua emosi berseberangan tapi dia ada di satu tempat yang sama. Ya seperti emosi ketika bilang ‘matamu!’ dan ‘matamu…’ tadi,” ungkap solois/pianis yang kerap disapa Ista ini.

“Matamu” menjadi nomor instrumental kedua setelah “Inside Your Unconscious Mind” yang dibuat oleh Christabel Annora. Meskipun “Matamu” bukanlah yang pertama, merilis lagu instrumental sebagai sebuah tunggalan merupakan langkah yang cukup berani mengingat dentingan piano yang ia mainkan lebih sering ditemani oleh lantunan vokalnya. Tunggalan ketiga pada tahun 2019 yang menyusul “Menunggu Pagi” dan “Debat Kusir” ini rupanya diciptakan secara tidak sengaja saat Christabel Annora melakukan tes piano dalam sebuah sesi rekaman di Edinburgh.

Artwork dari “Matamu” dibuat sendiri oleh Christabel Annora. Gambar tampak belakang dari seorang wanita yang tampak sedang menikmati sebuah pemandangan tersebut nantinya akan menjadi salah satu adegan yang dimuat ke dalam video musik untuk tunggalan ini.

Christabel Annora
Gambar 2. Christabel Annora (oleh Megifanani)

“Matamu” telah dirilis melalui berbagai layanan streaming musik pada 28 Juni 2019 lalu. Ke dapannya, musisi yang tengah melanjutkan pendidikan di Edinburgh ini berencana untuk melepas album kedua yang akan sepenuhnya menggunakan lirik berbahasa Indonesia pada tahun ini.