Rasa Bersalah Kanina dalam "LUST"


Kanina, seorang penyanyi-penulis lagu asal Semarang, merilis single berjudul “LUST” pada 28 April 2019 lalu. Lagu ini bercerita mengenai rasa bersalah yang ia alami setelah memutuskan untuk mengakhiri hubungannya bersama sang significant other. Seringkali berduka dan merasa dihantui bayang-bayang sang significant other merupakan wujud dari rasa bersalah tersebut. Selain memuat cerita tentang perpisahan yang berakhir buruk, dalam single ini Kanina juga memuat cerita tentang usahanya memaafkan diri sendiri dan melepaskan hal-hal buruk bagi dirinya dan orang lain.

Artwork "LUST"
Gambar 1. Artwork "LUST"

Dalam lirik yang ditulisnya, Kanina lebih memilih untuk menyampaikan maksudnya secara tidak gamblang melalui permainan kata. Namun, beberapa rincian dan penjelasan mengenai apa yang ingin ia sampaikan melalui “LUST” dapat ditelaah melalui lirik yang ia buat pada laman Genius.

“LUST” dipublikasikan oleh HILLS. (Lofos Studio), sedangkan pengerjaannya dibantu oleh beberapa orang: Achmad Habibie selaku pembuat artwork, Tiad Hilm selaku pengarah seni, Luthfi Adianto selaku produser dan pengarah lagu, serta Pitra Prabovo sebagai ko-produser dan engineer.

Kanina
Gambar 2. Kanina

Kanina merupakan salah satu anggota dari HILLS. Collective. Dalam bernyanyi, membuat, dan menulis lagu ia mengaku menjadikan Bjork, Mery Kasiman, Tika and The Dissidents, Loreen, Janelle Monae, dan Lauryn Hill sebagai referensinya. Selain secara solo, Kanina juga berkarya bersama Foolish Commander, sebuah trio alternatif yang juga berada dibawah naungan HILLS. Collective.

Selepas “LUST”, Kanina akan merilis single yang akan menampilkan artist lain dalam waktu dekat ini. Selain itu, pada tahun ini ia berencana melepas album perdananya yang akan memuat cerita mengenai apa yang telah ia lalui selama 20 tahun, krisis paruh baya yang datang terlalu awal, dan perayaan sebagai wanita.